Dosis Vaksin yang Rendah Aman untuk Anak-Anak

        Sumber : Detik.com



Vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech akan segera dilegalkan untuk anak-anak yang lebih kecil, yakni berusia 12 tahun kebawah. Lalu, bagaimana dosis dan jadwal vaksinasinya?


Dilansir dari CNN, vaksin dari hasil kerjasama dua perusahaan Jerman dan AS ini akan mulai memperbolehkan penggunaannya kepada anak-anak kecil yang berusia dibawah 12 tahun. Mereka akan menerima jadwal yang sama seperti pada remaja dan orang dewasa, namun dengan dosis yang lebih ringan, yakni sepertiga dari ukuran vaksin orang dewasa.

 

Untuk anak berusia 5 – 11 tahun, Pfizer telah meminta otoritas Administrasi Makanan dan Obat AS untuk mengesahkan dosis 10 mikrogram kepada kalangan umur tersebut, sedangkan dosis yang digunakan anak berusia 12 tahun keatas ialah 30 mikrogram. Di sisi lain, Moderna pada pekan ini merilis hasil awal observasi mereka, yaitu pemberian vaksin Covid-19 untuk anak berusia 6 – 11 tahun, dilaksanakan dua kali dengan dosis setengah dari orang dewasa.

 

Dosis yang Tepat

 

Uji coba vaksin untuk segala usia dilakukan agar dapat melihat atau menemukan tingkat antigen terkecil, yang mana itu merupakan salah satu bagian yang memicu respon imun. Uji coba vaksin ini juga bertujuan untuk memaksimalkan perlindungan tanpa efek samping.

 

“Kami pikir kami telah mengoptimalkan respons kekebalan dan meminimalkan reaksi,” kata Wakil Presiden Senior Pfizer Dr. William Gruber kepada penasihat vaksin FDA pada Selasa tentang vaksin Covid-19 perusahaan untuk anak-anak yang lebih muda.

 

Sebetulnya, perihal dosis vaksin ini tidak melulu mengenai ukuran anak. Justru sebaliknya, anak-anak kecil biasanya masih dalam tahapan berkembang dan sistem kekebalannya melemah seiring bertambahnya usia. Menurut pemimpin uji coba vaksin Pfizer di Children's Hospital & Medical Center di Omaha, Nebraska, Dr. Kari Simonsen, Ia berpendapat bahwa bahwa anak-anak cenderung memiliki respons imun yang sangat kuat.

 

"Dalam beberapa kasus, mereka benar-benar dapat membuat respons yang kuat terhadap jumlah antigen vaksin yang lebih kecil,” ujar Dr. Kari Simonsen.

 

Dalam beberapa vaksin, dosis untuk dewasa dan anak dapat serupa. Tetapi pada kasus lain seperti vaksin hepatitis A, dewasa memang mendapatkan dosis yang lebih tinggi daripada anak-anak.

 

Pendapat lain juga dikemukakan oleh Kepala Dokter Anak Interim Rumah Sakit Anak Texas, Dr. James Versalovic, bahwa seperti yang sudah dikatakannya di Pediatri, anak-anak adalah anak-anak, bukan orang dewasa.

 

“Tubuh mereka berkembang dan akan bereaksi secara berbeda, dan kita perlu memperlakukan mereka secara berbeda,” terang Dr. James.

 

Menurut data dari uji coba fase 2/3 Pfizer yang diajukan pada bulan September 2021, vaksin dua dosis dengan takaran 10 mikrogram menghasilkan respons antibody “kuat” pada anak-anak. Juga dalam dokumen yang diposting minggu lalu, Pfizer menyatakan bahwa vaksinnya aman dan 90,7% efektif melawan gejala Covid-19 di rentang usia 5 – 11 tahun.

 

Uji coba ini juga dilakukan dengan dosis yang lebih tinggi. Lalu, para ilmuwan mendapati beberapa efek samping yang ringan (tidak ada yang parah). Sedangkan dengan dosis 10 mikrogram, para peneliti melihat lebih sedikit masalah, seperti menggigil dan demam.

 

Walau dosis yang rendah lebih direkomendasikan, tetapi perlu diperhatikan untuk tetap harus mengurasi risiko teoritis miokarditis, peradangan otot jantung yang sudah terlihat pada sebagian kecil orang yang menerima vaksin Pfizer dan Moderna. Tetapi pada anak-anak tidak ditemukan sama sekali kasus miokarditis karena pengujian yang masih minim. Sehingga ilmuwan tetap akan mengamati kasus-kasus yang berkemungkinan dengan cermat.

 

"Ini meyakinkan saya bahwa kami memberikan dosis yang lebih rendah," kata Dr. Paul Offit, anggota komite vaksin FDA independen yang memimpin Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

 

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA akan mempertimbangkan dukungan penasihat vaksinnya untuk problematika vaksin ini dan kemungkinan memperpanjang otorisasi penggunaan darurat untuk anak-anak usia 5-11 tahun dalam beberapa hari ke depan.

 

Komite Penasihat Vaksin Independen CDC akan bertemu pada 2 November dan memilih rekomendasi mana yang akan digunakan, dan pada akhirnya Direktur CDC, Dr. Rochelle Walensky yang akan memutuskan menerima atau mengubah rekomendasi komite CDC tersebut.

 

Kemudian, setelah rekomendasi final, anak-anak berusia dibawah 12 tahun tersebut dapat segea divaksinasi.

Sekitar 28 juta anak akan memenuhi syarat mendapatkan vaksin Covid-19, dan menurut para ahli, dengan vaksinasi kelompok usia ini akan semakin membuat negara itu lebih dekat dalam penyelesaian pandemi.

 

"Jika kita dapat menciptakan situasi di mana lebih banyak anak-anak ini tidak terinfeksi, kita harus dapat menurunkan pandemi ini, yang benar-benar kita harapkan untuk dilakukan bahkan ketika kita menghadapi cuaca dingin dan kekhawatiran lain terhadap kemungkinan akan gelombang pandemi selanjutnya," kata Direktur National Institutes of Health, di Good Morning America ABC, Dr. Francis Collins, pada hari Selasa (26/10).

 

"Kami tidak menginginkan itu, dan ini akan menjadi satu langkah maju yang signifikan untuk membuat negara kami benar-benar berada di tempat yang lebih baik." tutup Dr. Francis Collins. (M.Adil / PNJ)



Sumber :

 

Why Covid-19 vaccines for younger children would come in smaller doses

 

 

https://edition.cnn.com/2021/10/27/health/covid-vaccine-child-size-dose-wellness/index.html

Komentar